Tentang
Rumah Topeng dan Wayang
Setia Darma
Video Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma
Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma didirikan oleh Bapak Hadi Sunyoto, seorang pengusaha dan penggiat budaya yang prihatin dengan kurangnya apresiasi terhadap seni tradisional topeng dan wayang yang semakin menghilang di Indonesia. Beliau memutuskan untuk menciptakan sebuah ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan tentang seni topeng dan wayang kepada masyarakat luas.
Gagasan untuk mendirikan Rumah Topeng dan Wayang ini muncul pada tahun 1996 dengan bantuan mendiang Bapak Prayitno, seorang pecinta seni yang mulai mengumpulkan koleksi topeng dan wayang sejak tahun 2000. Penggunaan kata “rumah” untuk ruang ini dimaksudkan untuk menandakan tempat ini sebagai pusat kegiatan budaya, layaknya sebuah rumah yang penuh dengan kehidupan dan aktivitas. Setelah beberapa tahun pengumpulan dan persiapan, Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2004. Sejak itu, tempat ini menjadi tuan rumah berbagai pameran dan kegiatan rutin, memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia kepada pengunjung dari berbagai kalangan.
Visi kami adalah menginspirasi masyarakat untuk mempelajari budaya masa lalu demi kebaikan hidup masa kini dan masa depan. Misi kami mencakup pelestarian seni topeng dan wayang dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara, penyebaran pengetahuan dan informasi terkait seni ini kepada masyarakat, serta promosi, dukungan, dan pengembangan seni topeng dan wayang. Selain itu, kami menyediakan ruang untuk hiburan dan rekreasi, sehingga seni tradisional ini dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Koleksi Rumah Topeng dan Wayang saat ini terdiri dari sekitar 7000 item, di mana 1300 di antaranya adalah topeng dari Indonesia, Afrika, dan Jepang; sedangkan 5700 lainnya adalah wayang dari Indonesia, China, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Meskipun Rumah Topeng dan Wayang memiliki beberapa objek dari negara lain, koleksinya sebagian besar terdiri dari item dari berbagai daerah di Indonesia. Akuisisi berbagai topeng dan wayang dari negara lain dimaksudkan untuk pembelajaran tambahan, apresiasi, dan pemahaman tentang budaya lain.
Â
Rumah Topeng dan Wayang masih aktif mengumpulkan dengan cara membeli atau menerima sumbangan dari berbagai sumber, termasuk dari pengunjung yang bersemangat, kolektor, dan seniman asing yang tinggal di Indonesia. Koleksi Rumah Topeng dan Wayang ditempatkan dalam empat rumah tradisional Jawa antik atau yang biasa dikenal sebagai Joglo. Joglo yang unik ini sebagian besar berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka terbuat dari kayu jati berkualitas baik, dan telah didirikan untuk membantu menjaga kelestariannya. Rumah Topeng dan Wayang terletak di area seluas lebih dari sepuluh ribu meter persegi. Area ini terdiri dari empat ruang pameran, sebuah lapangan terbuka, taman tropis Bali, dan panggung pertunjukan. Area ini tersedia untuk disewa dan cocok untuk berbagai keperluan, termasuk pertunjukan, pelatihan, acara keluarga/sekolah/kelompok, dan pembuatan film.
Joglo Plumpang
Joglo Plumpang di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma menampilkan koleksi Barong dari Bali, Jawa, China, dan Taiwan. Setiap Barong disertai alat musik pengiringnya, menciptakan suasana yang autentik dan menawan. Kehadiran alat musik tradisional ini memperkaya pengalaman pengunjung, menggabungkan keindahan visual dan harmoni musik dalam satu ruang budaya yang memikat.
Joglo Boma
Joglo Boma di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma memamerkan kekayaan budaya Bali dengan menampilkan Barong, topeng tradisional, dan wayang Bali. Koleksi ini diperkaya dengan alat musik gender, menciptakan suasana yang autentik dan mendalam. Pengunjung dapat menikmati perpaduan visual dan auditori dari warisan seni Bali yang ditata dalam sebuah Joglo tradisional Jawa yang megah.
Joglo Senori
Joglo Senori di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma menampilkan koleksi budaya Indonesia yang kaya, termasuk Reog Ponorogo, berbagai topeng tradisional Indonesia, dan Ondel-ondel. Setiap objek dipajang dengan cermat, menciptakan suasana yang autentik dan penuh keindahan. Pengunjung dapat menikmati keragaman seni tradisional Indonesia dalam satu ruang Joglo yang megah, menggambarkan kekayaan dan keunikan warisan budaya Indonesia.
Joglo Keben
Joglo Keben di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma menampilkan koleksi wayang tradisional Jawa yang dipadukan dengan berbagai alat musik, seperti gamelan dan ceng-ceng. Setiap wayang dan instrumen musik dipajang dengan cermat, menciptakan suasana yang hidup dan autentik. Pengunjung dapat menikmati keindahan seni pertunjukan Jawa dalam satu paviliun tradisional yang memukau, menggambarkan harmoni antara visual dan auditori yang menggugah mata.
Joglo Bojonegoro
Joglo Bojonegoro di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma memamerkan koleksi wayang golek tradisional dari Jawa dan China. Setiap wayang dipajang dengan rapi, menampilkan keindahan dan keragaman seni pertunjukan dari kedua budaya tersebut. Paviliun ini menciptakan suasana yang autentik dan mempesona, memungkinkan pengunjung untuk menikmati keunikan dan kehalusan detail dari wayang golek dalam satu ruang yang harmonis dan penuh keajaiban budaya.
Paviliun Jepang
Paviliun Jepang di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma menampilkan Barong, topeng tradisional Jepang, kimono, dan alat musik Jepang. Setiap objek dipajang dengan cermat, menciptakan suasana autentik dan mempesona. Pengunjung dapat menikmati keindahan budaya Jepang dalam satu paviliun yang kaya akan seni visual dan auditori.
Joglo Blora
Joglo Blora di Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma memamerkan koleksi topeng internasional dari negara-negara seperti Meksiko, Afrika, dan Italia. Setiap topeng ditata dengan hati-hati, menciptakan suasana global yang autentik dan menawan. Pengunjung dapat mengapresiasi keunikan dan keindahan seni topeng dari berbagai penjuru dunia dalam satu paviliun yang kaya akan budaya internasional.